GAYA KONSERVATIF DAN GAYA NON KONSERVATIF

Pengertian Gaya

Gaya adalah sesuatu yang berupa dorongan atau tarikan. 

Sifat-sifat gaya:
- Dapat merubah bentuk benda
- Dapat merubah posisi benda
- Dapat membuat benda dipercepat atau diperlambat

Konsep Kerja/ Usaha

Kerja/Usaha adalah suatu aktifitas gaya melepaskan energi ditandai dengan adanya perpindahan. Secara matematis kerja/usaha (W) adalah hasil kali gaya (Fx) (yang sejajar dengan perpindahan) dengan besar perpindahannya (Δx), atau:
W=F.Δx

Ditinjau dari besar usaha yang dihasilkan, gaya dibagi ke dalam dua macam, yaitu: (i) gaya konservatif dan (ii) gaya non konservatif.

Contoh gaya konservatif:
- gaya berat
- gaya pegas/elatis
- gaya coulomb
- gaya magnet

Contoh gaya non konservatif:
- gaya gesel
- gaya kontak

Bagaimanakah perbedaan konsep antara kedua gaya ini ditinjau dari usahanya? mari kita pelajari kasus berikut ini!

Lihat gambar berikut!

Gambar di atas memperlihatkan sebuah troli mini bermassa m bergerak menuju rel melingkar ABCD. Mari tinjau usaha yang dihasilkan oleh gaya berat (mewakili gaya konservatif) dan usaha gaya gesek (mewakili gaya non konservatif) dari kasus gerak troli ini.

Jika A adalah kondisi awal dan D adalah kondisi akhir, maka usaha yang dilakukan gaya berat Ww dari titik A ke D melalui lintasan ABCD adalah sama dengan usaha yang dilakukan gaya berat Ww melalui lintasan AD, atau:
WwABCD=WwAD=ΔEP 

Di mana:
ΔEP =m.g.Δh=m.g.R

Adapun jika troli menempuh lintasan satu linkaran utuh (ABCDA) yang artinya kembali ke kondisi awal (dari A ke A), maka usaha yang dilakukan gaya berat adalah nol, atau (WwAA=0) hal ini karena tidak ada perpindahan vertikal (Δh=0)

Lain halnya dengan usaha gaya gesek. dengan asumsi kondisi awal dan akhir yang sama, maka usaha gaya gesek (Wfges ) melalui lintasan ABCD > dibandingkan usaha gaya gesek melalui lintasan AD, atau:

WfgesABCD>WfgesAD

Hal tersebut dikarenakan jalur ABCD lebih banyak produksi panas/ kalor (akibat gaya gesek) dibandingkan dengan jalur AD langsung.

Dengan demikian, jika troli menempuh lintasan satu linkaran utuh (ABCDA) yang artinya kembali ke kondisi awal (dari A ke A), maka usaha yang dilakukan gaya gesek tidaklah nol, atau: (WfgesAA0). Hal ini karena produksi panasnya lebih banyak dibandingkan usaha gaya gesek saat benda baru menempuh separuh lintasan melingkar.

Berdasarkan contoh dua kasus gaya tersebut disimpulkan bahwa:

Karakteristik Gaya Konsevatif:

- Usaha yang dihasilkan tidak bergantung lintasan
- Usaha yang dihasilkan hanya bergantung posisi awal dan akhir
- Usaha-nya bernilai nol jika posisi awal dan akhirnya sama

Karakteristik Gaya Non Konsevatif:

- Usaha yang dihasilkan Bergantung bergantung lintasan
- Usaha-nya semakin besar jika lintasan yang dilalui benda semakin panjang
- Usaha-nya belum tentu bernilai nol meski posisi awal dan akhirnya sama

Post a Comment

Previous Post Next Post